Kembali ke semua artikel

Cara Menghitung Tarif Sewa Excavator per Jam untuk Pemilik Rental

Bagikan𝕏
Cara Menghitung Tarif Sewa Excavator per Jam untuk Pemilik Rental
Daftar isi

Tarif sewa excavator per jam yang sehat adalah total biaya kepemilikan dan biaya operasional per jam, ditambah overhead dan margin, dihitung pada jam kerja yang realistis. Banyak pemilik rental menetapkan tarif hanya dengan melihat harga pasar, lalu baru sadar rugi saat undercarriage harus diganti atau unit lama menganggur. Artikel ini memberi cara hitung langkah demi langkah dengan contoh ilustrasi excavator kelas PC200.

Intisari

  • Tarif = (biaya kepemilikan + biaya operasional per jam) + overhead + margin.
  • Biaya kepemilikan per jam sangat bergantung pada jam kerja per bulan; makin sedikit jam, makin mahal per jam.
  • Cadangan undercarriage, GET, dan perbaikan wajib masuk tarif, walaupun belum keluar uang di bulan-bulan awal.
  • Sewa wet harus menanggung solar dan risiko konsumsi berlebih; sewa dry lebih sederhana.
  • Tarif pasar di tiap daerah berbeda jauh; hitungan ini untuk mengetahui batas bawah Anda, bukan untuk ditiru mentah-mentah.

Komponen apa saja yang membentuk tarif sewa excavator?

Biaya kepemilikan
Biaya operasional
Mobilisasi
Overhead dan risiko menganggur
Margin
Tarif per jam
Urutan membangun tarif sewa dari biaya ke harga.

Biaya kepemilikan (owning cost) adalah biaya yang tetap ada walaupun unit tidak bekerja: penyusutan nilai unit, bunga leasing, dan asuransi. Biaya operasional (operating cost) muncul karena unit bekerja: solar, operator, oli dan filter, keausan undercarriage dan GET, serta perbaikan. Keduanya diubah menjadi angka per jam supaya bisa dibandingkan dengan tarif.

Bagaimana menghitung biaya kepemilikan per jam?

  1. 1

    Tentukan nilai beli dan nilai jual kembali

    Contoh ilustrasi: unit baru kelas 20 ton Rp 1,8 miliar, perkiraan nilai jual setelah 5 tahun sekitar 40% atau Rp 720 juta.

  2. 2

    Tentukan total jam pemakaian

    Dengan 200 jam per bulan, setahun sekitar 2.400 jam, lima tahun sekitar 12.000 jam.

  3. 3

    Hitung penyusutan per jam

    (Rp 1,8 miliar - Rp 720 juta) dibagi 12.000 jam = Rp 90.000 per jam.

  4. 4

    Tambahkan bunga dan asuransi

    Bunga leasing rata-rata dibagi jam kerja tahunan, misalnya sekitar Rp 30.000 per jam, ditambah asuransi dan administrasi sekitar Rp 10.000 per jam.

Hasilnya, biaya kepemilikan dalam contoh ini sekitar Rp 130.000 per jam pada 200 jam per bulan. Angka ini bukan uang yang keluar setiap jam, tetapi nilai yang harus kembali agar Anda bisa mengganti unit di masa depan dan membayar pembiayaan.

Bagaimana menghitung biaya operasional per jam?

Pos biayaDasar hitungan (ilustrasi)Per jam (ilustrasi)
Solar (hanya sewa wet)14 liter x Rp 14.000Rp 196.000
Operator dan helperRp 10 juta per bulan / 200 jamRp 50.000
Oli, grease, filterServis berkala sesuai jadwal pabrikRp 20.000
Cadangan undercarriageSet lengkap plus pasang sekitar Rp 140 juta / 5.000 jamRp 28.000
Cadangan GETKuku bucket, adapter, pin, cutting edge bucketRp 10.000
Cadangan perbaikanHidrolik, engine, final drive, kelistrikanRp 40.000
Contoh hitungan ilustrasi untuk excavator kelas PC200. Konsumsi solar, harga solar, gaji, dan umur part di lokasi Anda bisa berbeda.

Kenapa cadangan undercarriage harus per jam

Undercarriage bisa mencapai sekitar 50% biaya perbaikan dan perawatan alat bertrack, tetapi pengeluarannya datang sekaligus setelah ribuan jam. Bila tidak dicadangkan per jam, tarif Anda terlihat untung besar di tahun pertama dan tiba-tiba rugi saat rantai, roller, dan sprocket harus diganti.

Contoh tabel tarif sewa PC200: dry dan wet

KomponenUnit saja (dry)Unit + operator (dry)Unit + operator + solar (wet)
Biaya kepemilikanRp 130.000Rp 130.000Rp 130.000
Oli, filter, UC, GET, perbaikanRp 98.000Rp 98.000Rp 98.000
Operator-Rp 50.000Rp 50.000
Solar--Rp 196.000
Total biaya per jamRp 228.000Rp 278.000Rp 474.000
Overhead dan risiko menganggur 10%Rp 23.000Rp 28.000Rp 47.000
Margin 20%Rp 50.000Rp 61.000Rp 104.000
Tarif batas bawah (dibulatkan)sekitar Rp 300.000sekitar Rp 370.000sekitar Rp 625.000
Contoh hitungan ilustrasi pada 200 jam per bulan. Studi akademik menyebut tarif sekitar Rp 500.000 per jam untuk kelas PC200; tarif nyata sangat bervariasi per daerah dan kontrak, dan daerah tambang terpencil biasanya lebih tinggi.

Bila tarif pasar di daerah Anda lebih rendah dari batas bawah hitungan sendiri, jangan memangkas cadangan undercarriage atau perbaikan di atas kertas. Lebih baik cari cara menaikkan jam kerja, menekan biaya part, atau memilih kontrak yang lebih sesuai.

Bagaimana jam kerja per bulan mengubah tarif?

Jam kerja per bulanBiaya kepemilikan per jam (ilustrasi)Total biaya dry + operator per jam
150 jamsekitar Rp 173.000sekitar Rp 321.000
200 jamsekitar Rp 130.000sekitar Rp 278.000
250 jamsekitar Rp 104.000sekitar Rp 252.000
Ilustrasi: biaya operator dianggap tetap per jam untuk penyederhanaan. Pada kenyataannya gaji operator bulanan juga makin mahal per jam saat jam kerja turun.

Inilah alasan kontrak dengan minimum 200 jam per bulan sangat penting. Tanpa minimum jam, setiap hari hujan atau keterlambatan proyek penyewa langsung menaikkan biaya per jam Anda, sementara tarif tetap.

Bagaimana memasukkan biaya mobilisasi?

Ada dua cara umum. Pertama, mobilisasi dan demobilisasi ditagih terpisah sebagai biaya tetap (lump sum). Kedua, biaya mobilisasi dibagi ke jam kontrak. Contoh ilustrasi: mobilisasi pulang pergi Rp 20 juta untuk kontrak 3 bulan x 200 jam = 600 jam, berarti tambahan sekitar Rp 33.000 per jam. Untuk kontrak pendek, cara pertama lebih aman karena Anda tidak menanggung risiko kontrak dihentikan lebih cepat.

Sewa dry atau wet, mana yang lebih menguntungkan pemilik?

Kelebihan sewa wet

  • Tarif dan omzet per jam lebih tinggi
  • Menarik bagi penyewa yang tidak mau mengurus solar
  • Margin rupiah per jam bisa lebih besar

Risiko sewa wet

  • Harga solar naik langsung menggerus margin
  • Konsumsi bisa melonjak di material berat atau operator boros
  • Butuh kontrol pengisian, logbook, dan pengawasan di lokasi
  • Modal kerja lebih besar karena solar dibayar di muka

Jika memilih wet, cantumkan batas konsumsi atau klausul penyesuaian harga solar di kontrak. Catat pengisian per hari dan bandingkan dengan jam kerja agar kebocoran cepat terlihat.

Bagaimana menekan biaya agar tarif tetap bersaing?

  • Ukur undercarriage setiap sekitar 250-500 jam dan atur ketegangan track sesuai kondisi tanah
  • Ganti kuku bucket sebelum adapter ikut aus, karena adapter jauh lebih mahal
  • Pilih part aftermarket berkualitas untuk komponen aus bila datanya mendukung
  • Simpan stok kecil part cepat habis agar unit tidak berhenti menunggu kiriman
  • Latih operator: kurangi berputar di tempat dan berjalan jauh dengan track
  • Catat biaya aktual per unit per bulan dan bandingkan dengan asumsi tarif

Tekan biaya part tanpa mengorbankan jam kerja bersama PT SMC

Komponen undercarriage dan GET adalah pos yang paling bisa Anda kendalikan dalam hitungan tarif. PT SMC menyediakan track link, roller, sprocket, idler, track shoe, kuku bucket, adapter, dan cutting edge untuk PC200 dan kelas lain, dengan pilihan merek aftermarket seperti T-POWER, ITR, dan CH. Hubungi tim PT SMC via WhatsApp dengan model unit atau part number, kami bantu cek stok, harga, dan ongkos kirim ke lokasi Anda.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Mau cek stok atau harga Track Link Assy?

Kirim part number atau model unit Anda. Kami balas dengan stok, harga, dan estimasi pengiriman.

Chat WhatsApp