Tarif sewa excavator per jam yang sehat adalah total biaya kepemilikan dan biaya operasional per jam, ditambah overhead dan margin, dihitung pada jam kerja yang realistis. Banyak pemilik rental menetapkan tarif hanya dengan melihat harga pasar, lalu baru sadar rugi saat undercarriage harus diganti atau unit lama menganggur. Artikel ini memberi cara hitung langkah demi langkah dengan contoh ilustrasi excavator kelas PC200.
Intisari
- Tarif = (biaya kepemilikan + biaya operasional per jam) + overhead + margin.
- Biaya kepemilikan per jam sangat bergantung pada jam kerja per bulan; makin sedikit jam, makin mahal per jam.
- Cadangan undercarriage, GET, dan perbaikan wajib masuk tarif, walaupun belum keluar uang di bulan-bulan awal.
- Sewa wet harus menanggung solar dan risiko konsumsi berlebih; sewa dry lebih sederhana.
- Tarif pasar di tiap daerah berbeda jauh; hitungan ini untuk mengetahui batas bawah Anda, bukan untuk ditiru mentah-mentah.
Komponen apa saja yang membentuk tarif sewa excavator?
Biaya kepemilikan (owning cost) adalah biaya yang tetap ada walaupun unit tidak bekerja: penyusutan nilai unit, bunga leasing, dan asuransi. Biaya operasional (operating cost) muncul karena unit bekerja: solar, operator, oli dan filter, keausan undercarriage dan GET, serta perbaikan. Keduanya diubah menjadi angka per jam supaya bisa dibandingkan dengan tarif.
Bagaimana menghitung biaya kepemilikan per jam?
- 1
Tentukan nilai beli dan nilai jual kembali
Contoh ilustrasi: unit baru kelas 20 ton Rp 1,8 miliar, perkiraan nilai jual setelah 5 tahun sekitar 40% atau Rp 720 juta.
- 2
Tentukan total jam pemakaian
Dengan 200 jam per bulan, setahun sekitar 2.400 jam, lima tahun sekitar 12.000 jam.
- 3
Hitung penyusutan per jam
(Rp 1,8 miliar - Rp 720 juta) dibagi 12.000 jam = Rp 90.000 per jam.
- 4
Tambahkan bunga dan asuransi
Bunga leasing rata-rata dibagi jam kerja tahunan, misalnya sekitar Rp 30.000 per jam, ditambah asuransi dan administrasi sekitar Rp 10.000 per jam.
Hasilnya, biaya kepemilikan dalam contoh ini sekitar Rp 130.000 per jam pada 200 jam per bulan. Angka ini bukan uang yang keluar setiap jam, tetapi nilai yang harus kembali agar Anda bisa mengganti unit di masa depan dan membayar pembiayaan.
Bagaimana menghitung biaya operasional per jam?
| Pos biaya | Dasar hitungan (ilustrasi) | Per jam (ilustrasi) |
|---|---|---|
| Solar (hanya sewa wet) | 14 liter x Rp 14.000 | Rp 196.000 |
| Operator dan helper | Rp 10 juta per bulan / 200 jam | Rp 50.000 |
| Oli, grease, filter | Servis berkala sesuai jadwal pabrik | Rp 20.000 |
| Cadangan undercarriage | Set lengkap plus pasang sekitar Rp 140 juta / 5.000 jam | Rp 28.000 |
| Cadangan GET | Kuku bucket, adapter, pin, cutting edge bucket | Rp 10.000 |
| Cadangan perbaikan | Hidrolik, engine, final drive, kelistrikan | Rp 40.000 |
Kenapa cadangan undercarriage harus per jam
Undercarriage bisa mencapai sekitar 50% biaya perbaikan dan perawatan alat bertrack, tetapi pengeluarannya datang sekaligus setelah ribuan jam. Bila tidak dicadangkan per jam, tarif Anda terlihat untung besar di tahun pertama dan tiba-tiba rugi saat rantai, roller, dan sprocket harus diganti.
Contoh tabel tarif sewa PC200: dry dan wet
| Komponen | Unit saja (dry) | Unit + operator (dry) | Unit + operator + solar (wet) |
|---|---|---|---|
| Biaya kepemilikan | Rp 130.000 | Rp 130.000 | Rp 130.000 |
| Oli, filter, UC, GET, perbaikan | Rp 98.000 | Rp 98.000 | Rp 98.000 |
| Operator | - | Rp 50.000 | Rp 50.000 |
| Solar | - | - | Rp 196.000 |
| Total biaya per jam | Rp 228.000 | Rp 278.000 | Rp 474.000 |
| Overhead dan risiko menganggur 10% | Rp 23.000 | Rp 28.000 | Rp 47.000 |
| Margin 20% | Rp 50.000 | Rp 61.000 | Rp 104.000 |
| Tarif batas bawah (dibulatkan) | sekitar Rp 300.000 | sekitar Rp 370.000 | sekitar Rp 625.000 |
Bila tarif pasar di daerah Anda lebih rendah dari batas bawah hitungan sendiri, jangan memangkas cadangan undercarriage atau perbaikan di atas kertas. Lebih baik cari cara menaikkan jam kerja, menekan biaya part, atau memilih kontrak yang lebih sesuai.
Bagaimana jam kerja per bulan mengubah tarif?
| Jam kerja per bulan | Biaya kepemilikan per jam (ilustrasi) | Total biaya dry + operator per jam |
|---|---|---|
| 150 jam | sekitar Rp 173.000 | sekitar Rp 321.000 |
| 200 jam | sekitar Rp 130.000 | sekitar Rp 278.000 |
| 250 jam | sekitar Rp 104.000 | sekitar Rp 252.000 |
Inilah alasan kontrak dengan minimum 200 jam per bulan sangat penting. Tanpa minimum jam, setiap hari hujan atau keterlambatan proyek penyewa langsung menaikkan biaya per jam Anda, sementara tarif tetap.
Bagaimana memasukkan biaya mobilisasi?
Ada dua cara umum. Pertama, mobilisasi dan demobilisasi ditagih terpisah sebagai biaya tetap (lump sum). Kedua, biaya mobilisasi dibagi ke jam kontrak. Contoh ilustrasi: mobilisasi pulang pergi Rp 20 juta untuk kontrak 3 bulan x 200 jam = 600 jam, berarti tambahan sekitar Rp 33.000 per jam. Untuk kontrak pendek, cara pertama lebih aman karena Anda tidak menanggung risiko kontrak dihentikan lebih cepat.
Sewa dry atau wet, mana yang lebih menguntungkan pemilik?
Kelebihan sewa wet
- Tarif dan omzet per jam lebih tinggi
- Menarik bagi penyewa yang tidak mau mengurus solar
- Margin rupiah per jam bisa lebih besar
Risiko sewa wet
- Harga solar naik langsung menggerus margin
- Konsumsi bisa melonjak di material berat atau operator boros
- Butuh kontrol pengisian, logbook, dan pengawasan di lokasi
- Modal kerja lebih besar karena solar dibayar di muka
Jika memilih wet, cantumkan batas konsumsi atau klausul penyesuaian harga solar di kontrak. Catat pengisian per hari dan bandingkan dengan jam kerja agar kebocoran cepat terlihat.
Bagaimana menekan biaya agar tarif tetap bersaing?
- Ukur undercarriage setiap sekitar 250-500 jam dan atur ketegangan track sesuai kondisi tanah
- Ganti kuku bucket sebelum adapter ikut aus, karena adapter jauh lebih mahal
- Pilih part aftermarket berkualitas untuk komponen aus bila datanya mendukung
- Simpan stok kecil part cepat habis agar unit tidak berhenti menunggu kiriman
- Latih operator: kurangi berputar di tempat dan berjalan jauh dengan track
- Catat biaya aktual per unit per bulan dan bandingkan dengan asumsi tarif
Tekan biaya part tanpa mengorbankan jam kerja bersama PT SMC
Komponen undercarriage dan GET adalah pos yang paling bisa Anda kendalikan dalam hitungan tarif. PT SMC menyediakan track link, roller, sprocket, idler, track shoe, kuku bucket, adapter, dan cutting edge untuk PC200 dan kelas lain, dengan pilihan merek aftermarket seperti T-POWER, ITR, dan CH. Hubungi tim PT SMC via WhatsApp dengan model unit atau part number, kami bantu cek stok, harga, dan ongkos kirim ke lokasi Anda.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Mau cek stok atau harga Track Link Assy?
Kirim part number atau model unit Anda. Kami balas dengan stok, harga, dan estimasi pengiriman.
Chat WhatsApp


